SungguhKami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. (Al Baqarah:144) Sebelumnya: Pemindahan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah. Al-Barra melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Nabi ๏ทบ menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Laranganmenengadah ke langit Rasulullah shallAllahu 'alaihi wasallam melarang keras menengadah ke langit (ketika sholat). Dari Abu Hurairah radhiyAllahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallAllahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hendaklah sekelompok orang benar-benar menghentikan pandangan matanya yang terangkat ke langit ketika berdoa dalam sholat atau XpxKX. 15 Gerakan yang Sunnah Dalam Sholat, Sholat Wajib Maupun Sunnah Ada Gerakan-gerakan Bernilai Sunnah SHOLAT dalam bahasa Arab ุตู„ุงุฉ merujuk kepada ibadah pemeluk agama Islam. Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Nabi Muhammad sebagai figur pengejawantah perintah Allah Umat muslim diperintahkan untuk mendirikan salat karena menurut Surah Al-'Ankabut dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. "...dirikanlah salat, sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah salat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain." โ€” Al-'Ankabut 2945 Baca Niat Solat Istikharah dan Tata Cara Serta Doa Sholat Istikhoroh Sesuai Sunnah Rasulullah SAW Dikutip dari bersamadakwah, di dalam sholat, baik sholat wajib maupun sunnah ada gerakan-gerakan yang bernilai sunnah. Apa saja itu? Berikut penjabarannya. 1. Mengangkat kedua tangan pada saat takbiratul ihram, takbir hendak rukuk, takbir ketika bangkit dari rukuk, dan takbir ketika bangkit dari tasyahud awal pada shalat tiga rakaat atau empat rakaat. Pada waktu akan sujud, tidak perlu mengangkattangan. Penjelasannya ada di dalam hadits Malik bin Al-Huwalrits dan yang lainnya. HR. Muslim. 2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas pusar atau dada sebagaimana diajarkan Rasulullah. Tidak ada dalil yang menerangkan bahwa meletakkan kedua tangan di bawah pusar. HR. Abu Dawud 3. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud. Keadaan demikian lebih mendekatkan pada sempumanya khusyuk. Para ulama sepakat bahwa posisi tersebut lebih memfokuskan pandangan dan Nabi melarang menengadahkan pandangan ke langit ketika shalat. HR. Muslim 4. Menggenggam kedua lutut dengan kedua tangan dengan merenggangkan jari-jari. Ini sebagaimana hadits Musโ€™ab bin Saโ€™ad dari ayahnya. HR. Bukhari dan Muslim 5. Meluruskan punggung dan menjadikan kepala menghadap ke depan tanpa merunduk atau menengadah. com-Ilustrasi menjalankan ibadah Sholat Foto ShutterstockMenghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah ibadah shalat. Ini menjadi patokan bagi umat Muslim dalam menentukan arah ketika hendak menunaikan bahasa, kiblat berasal dari kata qiblat-qabilah yang berarti acuan untuk menghadap. Sedangkan secara istilah, kiblat adalah arah menuju Kaโ€™bah Makkah lewat jalur terdekat, di mana setiap Muslim dalam mengerjakan shalat harus menghadap begitu banyak dalil yang menjelaskan tentang arah kiblat, salah satunya adalah firman Allah Swt dalam Surat Al-Baqarah ayat 144โ€œSungguh Kami sering melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnyaโ€Melalui ayat tersebut, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menghadap kiblat sebagai syarat sah saat mengerjakan shalat. Lantas, bagaimana hukum shalat tidak menghadap kiblat?Hukum Shalat Tidak Menghadap KiblatIlustrasi pria muslim sedang salat. Foto Shutter StockMengutip jurnal berjudul Kiblat dalam Perspektif Madzhab-madzhab Fiqh oleh Sayful Mujab, para ulama madzhab telah sepakat bahwa menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah dalam shalat. Ketentuan ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW berikutโ€œSesungguhnya Nabi saw. memasuki kaโ€™bah kemudian keluar lalu shalat dua rakaat dengan menghadap kaโ€™bah. Setelah itu, beliau bersabda inilah bangunan kaโ€™bah kiblatโ€. HR. Bukhari dan Muslim.Selain itu, dijelaskan pula dalam hadits lain bahwa Nabi SAW mengerjakan shalat dengan menghadap baitullah Kaโ€™bah, sementara orang-orang di sekitar beliau menghadap ke berbagai arah dengan mengitari bangunan fisik Kaโ€™bah. Kemudian beliau bersabda โ€œShalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalatโ€. HR. BukhariBerdasarkan nash di atas, para ulama resmi menetapkan kiblat sebagai syarat sah mutlak dalam shalat. Maka, umat Muslim yang mengerjakan shalat tanpa menghadap kiblat akan dianggap batal pria muslim sedang salat. Foto Shutter StockNamun dalam kondisi tertentu, ada pengecualian seseorang boleh melaksanakan shalat tanpa menghadap kiblat. Pertama, ketika shalat dilaksanakan dalam keadaan peperangan yang tengah berkecamuk syiddah al-khauf dan kedua, ketika shalat sunah dikerjakan dalam perjalanan safar.Adapun pada orang sakit, apabila ia tidak mampu menghadap kiblat, maka diperbolehkan. Ini berlaku selama ia kesulitan dan tidak ada orang lain yang bersedia untuk membantu atau Syeikh Abdurrahman dalam bukunya yang berjudul Kitab Shalat Fikih Empat Madzhab menjelaskan, orang yang sedang terancam juga dibolehkan untuk shalat tidak menghadap kiblat. Ia boleh menghadap ke arah mana pun yang mudah begitu, umat Muslim tetap harus mengupayakan yang terbaik, agar shalat bisa dikerjakan dengan menghadap kiblat. Jika terpaksa dan tidak bisa karena beberapa kondisi yang telah disebutkan di atas, shalatnya tetap kedudukan kiblat dalam shalat?Apa itu kiblat?Apakah boleh shalat tidak menghadap kiblat? Oleh Badrul TamamAl-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabba semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah โ€“Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para mengatur pandangan seseorang dalam shalatnya. Karena pandangan seseorang memiliki pengaruh dalam kekhusyuan. Sementara khusyu' merupakan salah satu unsur penting untuk diterimanya shalat. Bahkan nikmatnya ibadah teragung ini tak akan diraih kecuali dengan kekhusyu'an. Karenanya, Syariat mengatur hukum berkaitan dengan pandangan mata dalam shalat. Salah satunya adalah larangan melihat ke atas atau ke Jabir bin Samurah Radhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,ู„ูŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ููŠูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ูŒ ูŠูŽุฑู’ููŽุนููˆู†ูŽ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ููู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ู„ุงูŽ ุชูŽุฑู’ุฌูุนู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’"Hendaknya kaum-kaum yang mengarahkan pandangan mereka ke langit dalam shalat itu bertaubat atau pandangan mereka terebut tidak akan kembali kepada mereka." HR. Al-Bukhari MuslimTambahan dalam riwayat al-Bukhari,ู„ูŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ูู†ูŽู‘ ุนูŽู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽุชูุฎู’ุทูŽููŽู†ูŽู‘ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’"Hendaknya mereka berhenti dari hal itu atau akan disambar pandangan mereka."Imam al-Nawawi rahimahullah menguraikan tentang makna hadits di atas,ููŠู‡ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุงู„ุฃูƒูŠุฏ ูˆุงู„ูˆุนูŠุฏ ุงู„ุดุฏูŠุฏ ููŠ ุฐู„ูƒ ูˆู‚ุฏ ู†ู‚ู„ ุงู„ุฅุฌู…ุงุน ููŠ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุฐู„ูƒ"Dalam hadits ini terdapat larangan yang sangat dan ancaman yang keras atas perbuatan itu. Dan telah dinukil adanya ijmaโ€™ konsensus atas larangan hal tersebut." Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 4/152Al-Hafidz dalam Fath al-Baari โ€“dalam menerangkan hadits ini- menukil perkataan Ibnu Baththal rahimahullah, "Mereka berijma' atas dibencinya mengangkat pandangan dalam shalat. Mereka berbeda pendapat di luar shalat dalam bedoa; Syuraih dan sekelompok ulama memakruhkannya, sedangkan mayoritas membolehkannya."Al-Qadhi 'Iyadh berkata Mengangkat pandangan ke langit dalam shalat adalah termasuk bentuk berpaling dari kiblat dan keluar dari bentuk shalat."Ibnu Hajar dalam Al-Zawajir min Iqtiraf al-Kaba-ir mengategorikannya sebagai bagian dosa-dosa jelaslah bahwa larangan ini mengandung makna tahrim, yakni diharamkannya perbuatan tersebut. Terlebih terdapat ancaman, akan dibutakan mata orang yang melakukannya. Sementara Ibnu Hazm berpendapat โ€“tanpa diikuti yang lain-, shalatnya menjadi batal. Lihat Subulus Salam, Imam al-Shan'ani 2/32Mari kita jaga pandangan kita dalam shalat sehingga tepat mengarahkannya. karena pandangan kita mempengaruhi kekhusyu-an di dalamnya. Jangan mengarahkan kepada atas karena itu tindakan kurang beradab kepada Dzat yang disembah dan pastinya menyalahi sunnah. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/ Assalamualaikum wr wb. Mau tanya, adab doa ada 6, di antaranya yaitu tidak boleh melihat ke langit/ke atas, tapi kalau doa setelah berwudlu malah di anjurkan melihat ke langit, apakah adab ini dengan anjuran itu bertentangan? [Tarkul Ma'asyi] Wa alaikumus salaam wr wb. Syafi'iyah; yang utama dalam berdoa di luar sholat adalah sambil menengadah, sedangkan menurut imam al Ghozali tidak dianjurkan menengadah. Al Qodli Iyadl malikiyah berkata para ulama' berbeda pendapat masalah menengadah dalam doa selain sholat, menurut Syuraih dan selainnya hukumnya makruh, sedangkan menurut yang lainnya hukumnya jawaz. Yang berpendapat jawaz beralasan karena langit adalah qiblatnya doa sebagaimana ka'bah adalah qiblatnya sholat, menengadah -saat berdoa- tidak di ingkari sebagaimana tidak makruhnya mengangkat tangan. Allah ta'ala berfirman "Dan di langit terdapat rezekimu dan terdapat apa yang dijanjikan kepadamu". Wallahu aโ€™lam. [Mujawib Ust. Nur Hamzah , Ust. Hassin Bheghus Se] santrialit - Syarah Nawawi ala Muslim ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุงุถูŠ ุนูŠุงุถ ูˆุงุฎุชู„ููˆุง ููŠ ูƒุฑุงู‡ุฉ ุฑูุน ุงู„ุจุตุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู…ุงุก ููŠ ุงู„ุฏุนุงุก ููŠ ุบูŠุฑ ุงู„ุตู„ุงุฉ ููƒุฑู‡ู‡ ุดุฑูŠุญ ูˆุขุฎุฑูˆู† ุŒ ูˆุฌูˆุฒู‡ ุงู„ุฃูƒุซุฑูˆู† ุŒ ูˆู‚ุงู„ูˆุง ู„ุฃู† ุงู„ุณู…ุงุก ู‚ุจู„ุฉ ุงู„ุฏุนุงุก ูƒู…ุง ุฃู† ุงู„ูƒุนุจุฉ ู‚ุจู„ุฉ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุŒ ูˆู„ุง ูŠู†ูƒุฑ ุฑูุน ุงู„ุฃุจุตุงุฑ ุฅู„ูŠู‡ุง ูƒู…ุง ู„ุง ูŠูƒุฑู‡ ุฑูุน ุงู„ูŠุฏ . ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆููŠ ุงู„ุณู…ุงุก ุฑุฒู‚ูƒู… ูˆู…ุง ุชูˆุนุฏูˆู† - Al Masusu'ah Fiqhiyyah 8/99 ุญููƒู’ู…ู ุฑูŽูู’ุนู ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุฎูŽุงุฑูุฌูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ู†ูŽุตู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุฃู’ูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุฎูŽุงุฑูุฌูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุฑูŽูู’ุนู ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ ุงู„ู’ุบูŽุฒูŽุงู„ููŠู‘ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑู’ููŽุนู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนููŠ ุจูŽุตูŽุฑูŽู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง. ุตุญูŠุญ ูู‚ู‡ ุงู„ุณู†ุฉ ูˆุฃุฏู„ุชู‡ ูˆุชูˆุถูŠุญ ู…ุฐุงู‡ุจ ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ูก/ูฃูฅูง ุฑูุน ุงู„ุจุตุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู…ุงุก ูˆู‡ูˆ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒุŒ ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ูŠู†ุชู‡ูŠู† ุฃู‚ูˆุงู… ุนู† ุฑูุน ุฃุจุตุงุฑู‡ู… ุนู†ุฏ ุงู„ุฏุนุงุก ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู…ุงุก ุฃูˆ ู„ุชูุฎุทูู†ูŽู‘ ุฃุจุตุงุฑู‡ู…ยป - ุงู„ู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ู…ุง ูŠุดุบู„ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู„ุญุฏูŠุซ ุนุงุฆุดุฉ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุตู„ู‰ ููŠ ุฎู…ูŠุตุฉ ู„ู‡ุง ุฃุนู„ุงู… ูู‚ุงู„ ุดุบู„ุชู†ูŠ ุฃุนู„ุงู… ู‡ุฐู‡ุŒ ุงุฐู‡ุจูˆุง ุจู‡ุง ุฅู„ู‰ ุฃุจูŠ ุฌู‡ู… ูˆุงุฆุชูˆู†ูŠ ุจุฃู†ุจุฌุงู†ูŠุฉ ุดุฑุญ ุณู†ู† ุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ูก/ูงูฃ ุฃูŽูˆ ู„ูŠุฎุทูู† ุงู„ู„ู‡ ุฃูŽูŠ ู„ูŠุณู„ุจู† ุงู„ู„ู‡ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑู‡ู… ุงู† ู„ู… ูŠู†ู’ุชูŽู‡ูˆุง ุนูŽู† ุฐูŽู„ููƒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ูŠูู‘ุจููŠู‘ ุฃูŽูˆ ู‡ูŽู‡ูู†ูŽุง ู„ู„ุชูŽู‘ุฎู’ูŠููŠุฑ ุชู‡ุฏูŠุฏุง ุฃูŽูŠ ู„ูŠูŽูƒููˆู† ุฃุญุฏ ุงู„ุงู…ุฑูŠู† ูƒูŽู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ู„ู†ุฎุฑุฌู†ูƒ ูŠูŽุง ุดูุนูŽูŠู’ุจ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐูŠู† ุขู…ู†ููˆุง ู…ูŽุนูŽูƒ ู…ู† ู‚ุฑูŠุชู†ุง ุฃูŽูˆ ู„ุชุนูˆุฏู† ูููŠ ู…ู„ุชู†ุง ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ู…ุดูƒุงุฉ ุจูุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉ ู…ูุณู„ู… ู„ูŠู†ุชู‡ูŠู† ุฃูŽู‚ูˆุงู… ุนูŽู† ุฑูุนู‡ู… ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑู‡ู… ุนูู†ู’ุฏ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุก ูููŠ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉ ุงู„ู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุก ุฃูŽูŠ ุฎูุตููˆุตุง ุนูู†ู’ุฏ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุก ู„ุฅูŠู‡ุงู… ุงู† ุงู„ู’ู…ูŽุฏู’ุนููˆ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุฉ ุงู„ู’ุนู„ูŠุง ู…ูŽุนูŽ ุชุนุงู„ูŠู‡ ุนูŽู† ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุช ูƒู„ู‡ูŽุง ูˆุงู„ุง ููŽุฑูุน ุงู„ุงุจุตุงุฑ ู…ูุทู„ู‚ู‹ุง ูููŠ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉ ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู‡ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู‚ูŽุงุถููŠ ุนููŠูŽุงุถ ุงุฎู’ุชู„ูููˆุง ูููŠ ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉ ุฑูุน ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑ ุงู„ู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุก ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุก ูููŠ ุบูŠุฑ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉ ููƒุฑู‡ ุงู„ู‚ูŽุงุถููŠ ุดูุฑูŽูŠู’ุญ ูˆูŽุขุฎูŽุฑููˆู†ูŽ ูˆูŽุฌูˆุฒู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑููˆู†ูŽ ู„ูุฃูŽู† ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุก ู‚ุจู’ู„ูŽุฉ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุก ูƒูŽู…ูŽุง ุงู† ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉ ู‚ุจู’ู„ูŽุฉ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉ ููŽู„ูŽุง ูŠูƒุฑู‡ ุฑูุน ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑ ุงู„ูŠู‡ ูƒูŽู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูƒุฑู‡ ุฑูุน ุงู„ู’ูŠูŽุฏ ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุก ุงู†ู’ุชู‡ู‰ ูˆูŽุตูŽุญูŽู‘ ุฃูŽูŠู’ุถุง ุฃูŽู†ู‡ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠุฑูุน ุจูŽุตูŽุฑู‡ ุงู„ู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุก ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ู†ุฒู„ ุงู„ูŽู‘ุฐูŠู† ู‡ู… ูููŠ ุตู„ูŽุงุชู‡ู… ุฎุงุดุนูˆู† ุทุฃุทุฃ ุฑูŽุฃุณู‡ Rabbi zidna 'ilman nafi'a renungan September 24, 2021September 23, 2021 1 Minute Mungkin kita pernah melihat sebagian orang yang sedang mengerjakan shalat terkadang memandang ke atas, tidak melihat ke tempat sujud. Padahal perbuatan tersebut telah dilarang oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Beliau shallallahu alaihi wa sallam mengatakan ู„ูŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ููŠูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ูŒ ูŠูŽุฑู’ููŽุนููˆู’ู†ูŽ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ูููŠ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ู„ุงูŽ ุชูŽุฑู’ุฌูุนู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’. โ€œHendaklah orang-orang benar-benar menyudahi mengangkat pandangan mereka ke atas langit ketika shalat, atau pandangan mereka tidak akan kembali kepada mereka.โ€ HR. Muslim Anas bin Malik radhiyaAllahu anhu berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ู…ูŽุง ุจูŽุงู„ู ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ู ูŠูŽุฑู’ููŽุนููˆู’ู†ูŽ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ูููŠ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูู…ู’. ููŽุงุดู’ุชูŽุฏูŽู‘ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ูู†ูŽู‘ ุนูŽู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽุชูุฎู’ุทูŽููŽู†ูŽู‘ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’. โ€œMengapa orang-orang itu mengangkat pandangan mereka ke langit ketika shalat.โ€ Ucapan beliau sangat keras dalam masalah ini, sampai-sampai beliau mengatakan โ€Hendaknya mereka benar-benar menyudahi hal itu atau pandangan mereka benar-benar akan disambar/diambil.โ€ HR. al-Bukhari Hadits di atas merupakan ancaman keras bagi siapa saja yang mengangkat pandangan ke atas ketika shalat. Oleh karena itu para ulama bersepakat bahwa perbuatan tersebut dilarang. Maka itu, siapa dari kita yang masih mengerjakannya karena belum tahu hukumnya, hendaknya ia menyudahinya, tidak mengerjakannya lagi, atau kalau tidak โ€ฆโ€ฆ . Wa naโ€™udzu billah min dzalik. Adapun yang disunnahkan adalah memandang ke tempat sujud. Para sahabat berkata ูƒูŽุงู†ูŽ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุทูŽุฃู’ุทูŽุฃูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽู…ูŽู‰ ุจูุจูŽุตูŽุฑูู‡ู ู†ูŽุญู’ูˆูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถู. โ€œAdalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dahulu apabila mengerjakan shalat beliau menundukan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke bumi bawah.โ€ Hadis sahih riwayat al-Baihaqi dan al-Hakim Ibunda kita -kaum mukminin- Aisyah radhiyaAllahu anha bertutur ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉูŽ ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽููŽ ุจูŽุตูŽุฑูู‡ู ู…ูŽูˆู’ุถูุนูŽ ุณูุฌููˆู’ุฏูู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง. โ€œKetika masuk ke Kaโ€™bah, pandangan beliau shallallahu alaihi wa sallam tidak berpindah dari tempat sujud hingga keluar darinya.โ€ Hadis sahih riwayat al-Baihaqi dan al-Hakim Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk dapat mengerjakan shalat dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Nabi-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Aamiin, ya Rabb. โœ… Bagian Indonesia ๐Ÿ  DAMMAM KSA ๐Ÿ“… [ 04/06/1437 H ] ============================ Dipost Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI -hafizhahullah- tgl 15 Maret 2016 Telah Terbit September 24, 2021September 23, 2021 Navigasi pos

menengadah ke langit ketika shalat termasuk perbuatan yang hukumnya